I. Adanya Cinta
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta
Namun bila kau cari kau dapatkan cinta itu
Bila hadir cinta itu, raihlah dengan kedua tanganmu
Dan jangan kau biarkan dia pergi.
Adanya cinta sejak manusia ada, jika manusia ada sejak 1000 tahun yang lalu maka cinta ada sejak 1000 tahun yang lalu pula, Allah menganugerahkan cinta pada setiap makhluk-Nya, baik itu binatang, tumbuhan apalagi kita selaku manusia, maka hidup tanpa cinta tidsak akan ada kehidupan, karena ada cinta semuanya hidup. Anak ayam mengerami telurnya selama berhari-hari sampai raja hutan menjaga dengan penuh kasih sayang anaknya sendiri, ibu kita yang melahirkan, mendidik, sampai kita besarpun do’anya mengalir untuk kita, subhanallah!.
Ketika kita melihat remaja hari ini mereka identik memandang cinta sebagai sebuah pelampiasan syahwat semata, kehadiran cinta adalah fitrah dari Allah maka keberadaannya pun telah diatur oleh Allah.
maka cinta merupakan fitrah yang Allah berikan kepada kita. Allah Swt berfirman:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Itulah cinta kehadirannya tiada pernah kita duga, namun pasti ada, karena cinta merupakan fitrah yang Allah berikan kepada lelaki dan perempuan, pepatah terkenal mengatakan:
Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati
Maka jauh dari itu Allah Swt mengingatkan kita untuk menjaga pandangan pada lawan jenis, agar terjaga kesucian cinta kita kepada Allah, Allah berfirman:
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ (المؤ من:19)
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”
Allah berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِي
رٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (النور:٣٠)
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Allah berfirman:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا (النور:(٣١
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.”
Demikianlah Allah Swt menggambarkan betapa pentingnya kita menahan pandangan, memelihara kemaluan serta menutup aurat, agar jurang cinta yang tidak sesuai syar’i dapat terbendung dan yang demikian itu lebih suci.
Allah menjadikan cinta sejak penciptaan jiwa atau ruh dijaman azali, sebagaimana sebuah syair yang dilukiskan oleh M.Iqbal:
Aku dilahirkan dengan tangan yang terlipat diatas hatiku
Wahai Tuhan, aku berada dalam cinta sejak zaman kekekalan (azali)
Aku ditakdirkan dari zaman azali untuk menjadi pengagum keindahan
Hingga diriku penuh gairah sejak masa kanak-kanak
Demi masa kanak-kanakku, aku menunjukkan hasrat besarku akan cinta
Bahkan pada usia dini aku bermain permainan cinta
Cinta adalah sebuah fitrah, kehadirannya bukanlah kebetulan, Allah swt yang maha pemurah dan maha penyayang menganugerahkan cinta kepada kita.Allah berfirman:
وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَة ً (الروم:21)
“…dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang”.
(Qs.Ar-Ruum:21)
Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا (مريم:96)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang”.
Allah berfirman:
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَة ِ(البلد:17)
“Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang”.
II. Apakah Aku Telah Jatuh Cinta
Cinta adalah nutrisi hati, pelepas dahaga jiwa, penyejuk mata, penyegar batin begitulah Abdul Hadi Hasan Wahbi mengartikan tentang Cinta. Eric Fromm mengatakan “Kehidupan akan berhenti bila tidak ada cinta”. Orang yang jatuh cinta segalanya menjadi begitu Indah. Dengan Cinta yang pahit menjadi manis, dengan cinta kekeruhan menjadi jernih, dengan cinta raja menjadi budak, dengan cinta gula jawa terasa coklat, begitulah keadaannya bagi orang yang diliputi oleh rasa cinta, bahkan jiwapun dipertaruhkan demi cinta, gunung tinggi kan ku daki, lautan kan ku seberangi. Tapi pertanyaannya apakah cinta kita sudah sesuai dengan aturan Allah, apakah cinta yang kita bangun berlandaskan iman atau syahwat.
Pertanyaan ini akan menjawab bingkai cinta kita:
Apakah hati kita berdebar kencang, kening berkeringat dan air matamu mengurai ketika disebut Asma Allah?
Itulah Cinta
Apakah kamu tidak bisa melepaskan pandangan atau mata dari seseorang yang kamu cintai?
Itu bukan cinta itu Nafsu
Apakah kamu senantiasa berdzikir kepada Allah, baik dalam keadaan duduk, berbaring atau berdiri?
Yakinlah itu Cinta
Apakah kamu senantiasa membayangkan seseorang dan sulit untuk melupakannya?
Itu bukan cinta, itu kesepian
Apakah kamu rela berkorban apa saja demi mencapai keridhoan Allah?
Yakinlah itu namanya Cinta
Apakah kamu rela berkorban apa saja demi seseorang yang kamu cintai?
Itu bukan cinta, tapi tergila-gila
Apakah kamu setipa hari berusaha membaca surat cinta-Nya dengan tilawah Al-Qur.an?
Yakinlah itulah cinta
Apakah kamu mengatakan kepada seseorang setiap hari hanya dia yang kamu pikirkan?
Itu bukan cinta, Itu Dusta
Apakah ketika kamu mati, orang yang kau cintai, harta benda yang kamu miliki, jabatan yang kau inginkan, akan pergi menemanimu?
Yakinlah itulah cinta palsu
Apakah ketika kamu mati, telah membawa amal baik, beribadah yang khusu’, menjauhi maksiat serta menjaga dari segala yang haram?
Yakinlah itulah Cinta sejati
Itulah pertanyaan kecil membuka tabir cinta kita, cinta sejati hanya Allah yang menjadi tumpuan, ketika cinta dibingkai dengan syahwat maka cinta pun terasa hambar.
Bagaimanakah orang yang memiliki cinta sejati karena Allah:
1. Merasa nikmat berkholwat, bermunajat kepada Allah dan membaca Al-qur.an
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan dua ukuran Cinta kepada Allah:
Pertama, Lihatlah volume cintamu kepada kalam-Nya, yaitu Al-Qur.an, dihatimu.
Kedua, Seberapa besar volume kenikmatanmu dan keasyikanmu tatkala mendengar lantunan firman-Nya. Sudahkah keasyikan itu melebihi para pecandu musik dan nyanyian tatkala nyanyian itu diperdengarkan?
Sesungguhnya merupakan hal yang wajar, bahwa barang siapa yang mencintai seorang kekasih maka suara dan pembicaraan kekasihnya adalah sesuatu yang sangat dicintai.
Allah berfirman:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS.Ar-Ra’d:28)
Demikianlah keadaannya bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang diliputi cinta dunia mereka lupa untuk mengingat Allah, Solat hanyalah gerakan, al-qur.an telah dipajang dan kesibukannya asyik dengan kesenangan dunia. Mereka telah dikuasi syetan.
Allah berfirman:
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.
(QS.Al-Mujaadilah:19)
Allah Berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُون
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.(QS.Al-Munafiqun:11)
2. Menyesal, Jika Lupa Mengingat Allah
Engkau mengaku cinta kepada Allah tapi maksiat kepada-Nya
Tentu kias yang mustahil
Bila benar cintamu, tentu kaupatuhi dia
Karena sang pecinta pasti akan mematuhi kekasihnya
Inilah keadaanya orang yang cinta kepada Allah, mereka sangat sedih bila ketinggalan solat qiyamullail, mereka cemas kalau satu hari saja tidak tilawah qur.an, mereka sangat gelisah takut ketinggalan solat berjama’ah, mereka takut kepada Allah bila melanggar aturan-Nya.
Allah Berfirman:
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."(QS.Al-‘An-am:15)
Allah Berfirman:
يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).(QS.An-Nahl:50)
Allah Berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka.
(QS.Al-Mu’minun:57)
3. Taubat dengan segera apabila melakukan maksiat
Ketika saat ini kita bergelimang dengan dosa, banyak maksiat yang kita lakuakn dari pada amal soleh maka segeralah bertaubat kepada Allah Swt.
Allah Berfirman:
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS.An-Nisaa:17)
Syarat dari taubat adalah berhenti dari maksiat yang kita lakukan, menyesal atas maksiat yang kita lakukan serta berazam untuk tidak mengulangi selamanya, maka setelah kita taubat kita buka lembaran baru dengan amal soleh yang kita lakukan:
وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا
Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
(QS.Al-Furqon:71)
Ikhwah Fillah, saudaraku yang Allah muliakan!
Bila hal diatas sudah menjadi bagian dalam diri kita, maka Allahpun akan mencintai kita. Allah Berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS.Ali-Imran:31)
Maka istiqomahlah dalam meniti cinta karena Allah, jangan sampai terpalingkan oleh dunia, harta, wanita dan berbagai kenikmatan dunia. Syaqiq Al-Balkhy menyebutkan empat hal yang merupakan jalan menuju istiqomah:
Pertama, tidak meninggalkan perintah Allah karena kesulitan yang terjadi. Kedua, tidak meninggalkan perintah Allah karena dunia yang didapat. Ketiga, tidak meninggalkan perintah Allah karena hawa nafsunya. Keempat, tidak meninggalkan perintah Allah karena hawa nafsu orang lain. Karena hawa nafsu itu tercela.
Ya Allah ya Muhaimin,
Aku meminta pada-Mu dengan penuh tunduk, kerendahan dan kekhusyuan.
Ampunilah aku, dan rahmatilah aku
Engkau lah Ya Allah yang memberikan cahaya kepada langit dan bumi
Maka berilah cahaya kepadaku
Emgkaulah Ya Allah yang memberikan petunjuk kepada kami
Tunjukkanlah jalan yang lurus
Ya Robbana,
Besar sudah harapanku, buruk sudah perbuatanku
Berikanlah hamba-Mu ampunan sebesar harapanku
Jangan Kau tutup do’a kami karena dosa dan maksiat kami
Ampunilah Ya Allah….
Ampunilah Ya Allah…